NazhifaHalimia

Aini Halimia

Aku dekat dengannya, tapi sebenarnya jauh. Dia dateng cuma sekali tetapi selalu ngasih sesuatu yang akan aku inget berkali-kali. Kita bertemu saat SMP dan sampai sekarang aku masih menganguminya, walaupun kita tidak saling bertukar kabar setiap hari, walaupun yang aku tak mengetahui kehidupannya secara detail tapi aku bisa bilang bahwa aku mengetahui dirinya dan dia tau diriku sepenuhnya.

Masih teringat jelas ketika mia memintaku membuat twitter agar ada yang menemaninya membahas sesuatu, lalu membuatkanku aks.fm dan yang terakhir kita buat blog ini bersama sama. Jika diigat itu lama sekali ya, dan kurasa ini blog berdua mengapa aku menggunakannya sepihak? tak apalah aku tak akan memberitahu kepadanya. Semoga dia lekas sadar tentang beberapa perubahan yang ku perbuat di blog ini. Dan aku ingin mengakui satu hal disini, bahwa aku tak pernah merubah satupun password buatanya, aku tak masalah jika dia mau membukannya kapanpun karena aku mau membagikan sebagian duniaku kepadanya.

Beberapa hal sederhana yang kita berdua lakukan sangat meninggalkan kesan yang dalam bagiku, seperti saat membaca novel secara bergantian mia membaca aku mendengarkan kemudian aku membaca mia mendengarkan, atau saat dia belajar menggambar dua buah kelopak bunga mawar dia membuat bunga mawar yang merekah dan aku mengarsir bunga mawar yang asih kuncup. aku betah nungguin dia selesai mengambar, mulai hari itu aku suka semua gambaran siapapun. Bahkan dia memberikan gambaran wajahku sebagai kado ulag tahunku yang ke 18, betapa bahagianya aku mendapat kado itu, kado itu adalah kado yang istimewa karena aku suka semua hasil karya seseorang yang ditujukan khusus untuku, karena aku yakin butuh hati untuk membuat karya yang ditujukan untuk seseorang.

Terimakassih sudah mau menjadi teman bagiku, sudah mendengarkan cerita hidupku dan memberikan motivasi untukku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan Pergi, Nadiku!

Abu - abu

Sebuah Cerita