Sebuah Cerita
Setiap
Perjuangan Punya Cerita
“perkenalkan nama saya Nayla anasthya, kalian bisa panggil
saya nayla, saya pindahan dari SMAN 12 Surabaya, semoga kita bisa berteman
dengan baik ya” ucap nayla yang baru saja menyelesaikan perkenalannya, hari ini
adalah hari pertama kali dia masuk ke sekolah barunya, dia tinggal di surabaya
sebelumnya karena ayahnya pindah tugas dia pun harus menuruti permintaan
ayahnya untuk pindah sekolah walaupun sebelumnya dia merengek-rengek tidak mau
pindah sekolah karena sudah terlanjur nyaman dengan dengan teman-teman dan
sekolah lamanya.
“baiklah.. kamu langsung duduk bersama salsa saja, disana”
ucap bu tina wali kelas sekaligus guru kimia sambil menunjuk ke bangku yang
disebutnya.
“oohh.. iya bu, makasih sebelumnya” ucap nayla dengan senyuman
hangatnya
“kalau yang lain mau kenalan, nanti pas jamistirahat saja
ya, kita lanjutkan pelajaran bab2”
“iya buu” jawab para murid serempak
Disisi
lain nayla dan salsa sedang berbisik untuk memperkenalkan diri mereka
masing-masing.
“haii” ucap salsa yang senang karena karena mulai hari ini
dia tidak akan lagi duduk sendirian.
“haii juga, nayla” ucap nayla dengan mata berbinar sambil
mengulukan tangannya.
“salsa sandhera, kalo orang lain suka panggil salsa doang”
“Oke, salsa doang” ucap nayla sambil tertawa
“salsa aja, ehh bukan salsaa” bantah salsa dengan mata
sedikit melotot
“iya, salsa” Nayla tertawa geli melihat wajah teman barunya
ini, semoga dia dan salma bisa berteman dengan baikbahkan besar harapannya
untuk menjadi sahabatnya.
Waktu
terus berjalan, nayla mulai menyukai tempat barunya dia mulai nyaman dengan
semua teman kelasnya begitu pula dengan semua teman kelasnya, sikap nayla yang
selalu ceria dan memberikan senyumana hangat dapat memberikan warna baru
dikelasnya saat ini, nayla tak pernah menunjukan kesedihannya bahkan saat dia
dihukum nayla tak pernah terlihat sedih, dia tak mau kesedihannya terlihat
orang lain. Hanya dirinya yang boleh tau tentang kesedihannya.
Nayla
memang suka sekali dengan semua jenis novel, kali ini membeli novel sendirian
karena salsa ada urusan dan stok novelnya pun sudah habis mau tak mau dia harus
membelinya hari ini walaupun sendirian, toh mall kan sudah bukan tempat yang
asing baginya dia tidak akan tersesat walaupun sendirian disana, batinnya. Asik
dengan semua novel yang ada di genggamannya sekarang dia tak sabar untuk pulang
ke rumah dan segera membaca novel yang akan ia bayar hari ini. Tiba tiba
“bruukkk” buku yang semula ada ditangnnya kini berpindah
berada dolantai, aga turut terjatuh akibat tubukan tadi.
“ehh sorry ya sorry banget” suaranya lembut, umpatan yang
sedari tadi nayla ingin utarakan hilang seketika karena
dia suka suara itu. “okey" balas Nayla.
Nayla tak sabar ingin melihat sosok pemilik suara yang ia
kagumi itu dia mengakat kepalnya dan ternyata yang dihadapnnya adalah sesorang
lelaki berbadan tegap, memakai celana jins, kaos hitam yang melekat indah pada
badannya, dan sepatu sportberwarna merah maroon yang terlihat serasi dan jangan
pernah lupakan tentang jam tangan hitam yang melinkar indah di pergelangan tangan
kirinya. Tentang wajah, dia punya hidung mancung, alis tebal dan sepasang mata
indahyang memiliki fokus bak burung elang tapi kali ini tatpannya teduh, nayla
suka menatapnya.
“kamu gak papa?” tanya-nya
Membuat Nayla tersadar dari lamunannya, dan berfikir betapa
besar pesona lelaki dihadapannya ini.
“iya” jawab nayla seadanya
“ok” dan dia langsung bergegas pergi meninggalkan nayla yang
masih terpesona dengan sederet buku yang terjatuh di lantai.
“yaampuunn, kalo jodoh aku bakal ketemu pangeranku” ucapnya dalam
hati, dia tersenyum sakitnya tak ia hiraukan lagi.
Keesokan
harinya adalah hari tenang, tak ada pelajaran melaelahkan, mereka langsung
bergegas ke kantin.
“salsa, kamuu haruss tauu..”
“apaan?”
“kemaren aku ketemu sama pangeranku” mata nayla masih berbinar
“pangeran kodok?”
“aku serius tau, pokoknya kalo aku ketemu dia lagi berarti
kita jodoh”
“gak usah ngayal deh, nayla sayang”
“ngayal bikin haus ya, kamu tetep jus melon?”
“aku kan orangnya setia nay”
“bukk, jus melon sama jus jambu satu yaa”
“siapp neng geuliss” terdengar suaranya samar, karena kantin
selalu ramai
“pangeran aku itu itu cuek banget deh, kamu tau sendiri kan
aku suka banget sama orang cuek, rapi banget keliatannya, pokoknya pangeran aku
itu…” nayla menggantung kata-katanya, matanya menangkap samar orang yang sedang
ia bicarakan.
“kamu kenapa nay..”
Tak ada jawaban, aga masih diam seperti posisi semula, salsa panik apa mungkin nayla
kerasukan setan kantin, salsa langsung mengibas – ngibaskan tangnnya dan
mengguncang tubuh nayla “nayyy…”
“dia disanna sal..” ucapan nayla menggantung, keringat
dingin mengalir di seluruh tubuhnya.
“ooo.. dia sih namanya Alcaf” jawab salsa santai
“kamu kenal pangeranku?” matanya berbinar lagi, dia bahagia
sekali.
“ jangan bilang.. Alcaf pangeran yang kamu maksud?”
“iyaa, sall”
“dia temen SMP ku dulu,dia pinter main basket loh”
”aku butuh banyank info dari kamu tentang pangeranku, salsa
sayang”
“serah dahhh”
Pertandingan
basket antar SMA di sekolahnya sudah hampir dimulai, Alcaf sibuk dengan
mempersiapkan fisik dan mentalnya begitu pula nyala yang sibuk membuntuti
kemanapun alcaf pergi, Nayla tak suka main-main dangan ucapannya dia benar benar
mengagumi alcaf, nayla menyukai setiap detail tentang alcaf, namun nayla tak
pernah menujukkan dirinya dia takut alcaf membencinya, beginilah dia pulang
sekolah masih diam dibalik pohon dekat lapangan basket hanya uantuk melihat
alcaf berlatih basket, alcaf sangat mahir dalam permainnanya tak heran dia
dipilih menjadi ketua tim basket disekolahnya.
“nay,kamu gak capek gini terus?” salsa prihatin terhadap
sahabanya ini
“aku seneng jadi gini kok sal”
“kamu gak coba sms Alcaf, kan nomernya ada di kamu”
“aku coba sms ya, aku harus nulis apa nih”
“apa ajakek, ‘hay’ jangan terlalu manja, ‘lagi ngapain’
jangan deh kessannya sok asik, ‘siang’ jangan terlau ganjen, apa yaa?” salsa
masih berfikr keras
Nayla menuliskan sesuatu di benda persegi berwarna putih
miliknya, tulisnya ‘semangat!’ salsa tersenyum dan langsung menekan tombol
send.
“salsaaa” nayla kaget ats kelakuan sahabatnya ini
“gapapa deh, perjuangan aja dulu”
“pulang yokk” ucap nayla frustasi
“daritadi kek”
Tak kunjung ada jawaban dari
alcaf atas sms yang dikirim nayla, nayla mengirimkan pesan yang sama ketika tau
alcaf sedang latihan, aga tak pernah
menyukai seseorang segila ini, dia jarang membuka hatinya selebar ini, dia baru
sadar satu hal’ dia tak mengaggumi alcaf, dia sayang kepadanya”
4Minggu
sudah nayla mengirimkan hal yang sama setiap harinya diayakin perjuangannya
tidak akan sia-sia, dia tak bisa menghilangkan rasanya semudah dia meminum jus
jambu miliknya ini.
“btw nay, alcaf gak pernah bales sms mu?”
Nayla hanya menggeleng
“alcaf gak pernah mau deket sama cewek memang nay, ya kalo
gak mau berhenti aku dukung tapi kalo kamu mau berhenti aku jauh lebih
mendukung”
“aku berhentinya nati aja deh, kalo udah dapetin pangeranku”
“batu banget sih”
Layar handpond nayla berkedip, tanda ada smsm masuk, dia
membuka pesan apa yang masuk di layar, aga sedikit tersedak “ini pesan dari
Alcaf " sedikit teriak dan segerak menujukkan pada salsa.
“wah, semoga awal yang bagus ya” salsa senang melihat nayla
seperti ini dia berharap alcaf dapat membuatnya seperti ini setiap hari,
setidaknya untukknya.
‘Terimaksih, Nayla’ tulisnya
“dia tau darimana sal?”
“aku yang ngasih tau” jawab salsaeteng
“maluu tauk sal, aku pura pura gak tau ya”
‘tau darimana?’ langsung send
Layar handpond nayla berkedip lagi, dia tak sabar apa yang
akan dibalaskan alcaf untuknya.
‘aku tau semua yang kumau’
‘kamu gak tau aku karna bukan aku yang kamu mau’ nayla
reflek mengirimkan pesan itu, dia tak yakin bahwa alcaf mengerti apa yang dia
maksud.
‘terserah’
Nayla tak menjawab pesan Alcaf dia tak tau harus jawab apa
lagi, tapi saat alcaf latihan nayla selalu mengirimkan pesan yang sama seperti
sebelumnya, tapi hari minggu ini alcaf kembali membalas pesan dari nayla ‘gak
cape nay?’
Nayla tak pernah menggap Alcaf sesuatu yang tabu,dia
senangmelalukan hal ini, dia tak penah mengalami terbebani sedikitpun.
‘buat apa' –send
‘lain kali liat akunya jangan cuma dari balik pohon’
“loh kok dia tau kalo aku selalu liat dia, duh gimana ya..
aku harus bales apa” ucap nayla sambil berbisik, tanpa melihat kacapun wajahnya
akan semerat tomat rebus kali ini
‘siapa yang liatin dati balik pohon? Geer’ –send
‘oh.. mungkin aku salah liat setiap hari’
Alcaf
sudah tak secuk di awal, mereka selalu berbalas sms bahkan nayla sudah berani
duduk di kursi penonton saat alcaf latihan basket, nayla sudah berani
memberikan sebotol minuman saat akcaf selelsai bertanding, bahkan alcaf sudah biasa
mengantarkan nayla pulang kerumahnya. Kin pangeran nayla bukan hanya ada di
dalam tidurnya, panggerannya ada di setiap harinya, salsa turut bahagia
mendengar setiap cerita bahagia yang nayla ceritakan. Nayla bahagia dengan apa
yang sekarang dia rasakan, seandainnya dulu dia tak berjuang mungkin sampai
sekarang dia hanya bisa meredam rasanya, mungkin sampai sekarang dia masih
berdiri di di belakang pohon, mengagumi dari jauh, mungkin sampai saat ini
semua ini tak pernah terjadi dan cerita ini tidak akan pernah ada.
Komentar
Posting Komentar