Sebuah Kisah



Nabi Yusuf dan Zulaikha


Nabi yusuf tumbuh dan dewasa di tengah keluarga Al-Azis. Nabi yusuf memiliki ketamanan yang tiada tara. Zulaika yang meupakan ibu angkat yusuf pun jatuh cinta kepadanya dan sering menggoda Yusuf. Tingkah laku zulaika menjadi buah bibir penduduk mesir. Banyak perempuan mesir yang mencercanya. Zulaika sangat malu. Ia pun merencanakan sesuatu untuk menutupi perbuatannya.

Pada suatu hari, ia mengundang kaum perempuan dalam suatu jamuan mereka adalah isteri-isteri pembesar dan wanita - wanita berpenagruh. Di meja telah dihidangkan berbagai macam makanan lezat, ia juga menyediakan pisau untuk memotog makanan. Saat mereka sedang asik makan, zulaika meminta nabi yusuf keluar dam berjalan dihadapan mereka. Sesaat kemudian mulut mereka ternganga, mata mereka terbelalak melihat ketampanan nabi yusuf tanpa mereka sadari mereka mengiris tangan mereka sampai terluka, mereka baru tersadar ketika nabi yusuf sudah masuk keruangannya semula. Begitu besar pengaruh tampan nan nabi yusuf.

Setelah suaminya meniggal , zulaikha menjadi miskin, wajahnya menjadi tua, namun demukian kecintaannya terhadap nabu yusuf tidak berkurang sedikitpun. Pada suatu maam yaitu malam jum’at, zulaika bermunajat kepada Allah SWT : “Ya Alah, tidak sedikitpun harta dan kekayaanku yang tinggal, semuanya telah musnah, dan aku telah menjadi orang yang tua, terhina dan miskin. Lalu engku uji pula hamba dengan rasa cinta terhadap yusuf. Maka pertemukanllah aku dengannya atau engkau hilangkan rasa cinta terhadapnya dalam kalbuku”
Para malaikat yang medengar doa zulaika tersebut lalu berkata :”Wahai tuhan kami, sesunguhnya zulaika telah datang ke hadrat-Mu memohon kepada-Mu dengan iman dan ikhlas”
Maka Allah berfirman :”Wahai para malaikatku, telah dekat masa keberuntunggan dan kebebasannya”

Pada suatu hari, nabi yusuf berjalan melalui pondok zulaika bersama dengan rombngan tentaranya. Maka keluarlah zulaika dari pondoknya dan menemui r0mbongan nabi yusuf dan memulai sedikit perbincangan dengannya. Kemuadian nabi yusuf ingin pergi meninggalkan zulaika, namun Allah mewahyukan kepadannya :”ketahuilah olehmu bahwasannya Allah telah menikahkan zulaika dengan mu, dia telah mengucapkan khotbah sendiri, disaksikan oleh para malaikat dan bidadari - bidadari pun telah menaburkan bunga - bunga”
Nabi yusuf berkata kepada jibril :”Wahai jibril sesungguhnya zulaika tidak lagi memiliki harta dan kecantikan” jibril menjwab :”Allah berfirman kepadamu : sesungguhnya aku mempunyai kekuasaan dan kebesaran” Kemuadian Allah SWT memberikan kepada zulaikha dengan paras rua yang muda dan sangat cantik sekali, melebihi kecantikan yang pernah dimilikinya dulu. Lalu Allah menanamkan rasa cinta dan kasih sayang ke dalam hati Yusuf. Sebelumnya Yusuf sebagai orang yang dicinta sekrang menjadi orang pencinta, dulu zulika sebagai orang yang mencintai namun sekarang menjadi orang yang dicintai.

Cinta yang berlandaskan keimanan dan ketakwaan akan dibalas dengan kebahagiaan dunia dan akhirat. Sungguh hebat cinta hamba-Mu karena mereka melabuhkan cinta kepadamu dahulu barulah mereka merintih cinta seorang manusia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan Pergi, Nadiku!

Abu - abu

Sebuah Cerita